Pemimpi(n) Inklusi*

sebuah alterego

“Nothing about us, without us..” Segala hal tentang kita tidak akan berarti bila tanpa kita. Slogan tersebut merupakan slogan untuk pergerakan difabel di seluruh dunia untuk memperjuangkan keadilan.

Difabel merupakan kependekan differently able people, orang dengan kemampuan berbeda. Difabel merupakan istilah yang diperkenalkan oleh Mansour Fakih untuk mengganti kata “penyandang cacat” dan “penyandang disabilitas”. Bahwa difabel sama seperti orang lain, difabel netra tetap bisa membaca dengan alat bantu, difabel rungu tetap bisa berkomunikasi dengan bantuan bahasa isyarat. Difabel sama dengan manusia lain yang memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Difabel berkelindan tantangan (bukan masalah) yang mempunyai kompleksitasnya masing-masing. Bidang sosial, politik, pendidikan, kesehatan, hukum, dan aksesibilitas masih mempunyai “tembok” untuk memasukkan perspektif difabel dan inklusivitas di dalamnya. Stigma bahwa difabel tidak mampu untuk mengerjakan sesuatu tidak hanya menempel pada setiap kebijakan pemerintah, tapi juga hidup dalam masyarakat.

Indonesia untuk Semua

Menjadi Indonesia adalah menjadi Bhinneka Tunggal Ika,yaitu  menghidupi perbedaan dengan…

View original post 651 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s